Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Tentang Harapan

Kalo katanya Dewi Lestari di Novel Partikel, “manusia itu dirancang untuk terluka” Akhirnya saya membaca serial supernova setelah sekian lama mencoba “menghindar” demi ketentraman jiwa,,, haha. Soalnya kalo baca satu pasti ketagihan pengen baca buku yang lain. Tapi ternyata godaan untuk membaca supernova tidak bisa dihindari.. hehe. Membaca partikel membuat saya berfikir tentang tujuan. Kegelisahan saya selama ini yaitu tentang konsep “pulang”. Kita berfikir bahwa pulang itu adalah kembali ke tempat kita berasal. Tapi ketika tempat kita berasal ternyata merupakan sumber kesakitan, apakah bisa disebut pulang. ... Yang membedakan manusia dengan binatang adalah dia memiliki akal dan perasaan. Tapi akhirnya saya berfikir lagi, apakah akal dan perasaan itu sebuah anugerah, atau malah kutukan bagi manusia. Akal ini menyebabkan manusia berfikir bahwa dia menjadi pusat segalanya, sangat antroposentris. Alam dianggap sebagai “miliknya”, atau bisa digunakan sesuai keinginannya. Akhirny...