Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2014

Apa Kabar Pers di Indonesia?

Menurut teori ilmu politik, Demokrasi dianggap sangat bergantung pada tegaknya hak-hak sipil. Hak sipil yang dimaksud ialah hak berserikat, hak berkumpul, hak bicara, hak pers , hak memilih dan dipilih dalam pemilu. Saat ini, hampir semua negara menggunakan istilah demokrasi, tanpa terkecuali Indonesia. Namun, Demokrasi Pancasila yang di buat oleh Presiden Soeharto tidak mengindahkan hak-hak tersebut. Lalu ada pula Demokrasi Terpimpin yang dibangun Soekarno juga sama saja. Istilah yang digunakan di belakang istilah demokrasi itu akhirnya menjadi alat untuk membatasi hak-hak sipil yang seharusnya terkandung dalam demokrasi. (Hamid Basyaib, 2006) Pers pada era Orde Lama Pada hari Sabtu, 12 Desember 1959 Presiden Soekarno berpidato di jurusan Publisistik UI. Bahwa tugas pers adalah menggambarkan cita-cita yang muluk kepada rakyat supaya nafsu yang baik dari rakyat berkobar kembali. Seolah hendak dikatakan presiden, tugas pers adalah meninabobokam rakyat. (Soe Hok Gie, 2011) Padah...

Kapan Indonesia “Bersih”?

Kemarin malam Saya berkunjung ke salah seorang ketua RW di jalan kaliurang km 12. Tujuan awalnya adalah ingin lebih mengenal lingkungan yang dipimpin bapak itu. Kebetulan desa bapak itu akan menjadi tempat belajar dan mengabdi saya dan teman-teman dari FISIPOL UGM. Selain lebih mengetahui kondisi masyarakat disana, banyak hal menarik lain saya temukan. Ternyata memang benar, sangat sedikit yang kita pelajari dari kuliah di dalam kelas. Ketika berbicara langsung dan melihat kondisi di masyarakat, banyak hal yang tidak kita bayangkan di bangku kuliah ternyata terjadi. Namun, di tulisan ini saya ingin bercerita beberapa hal yang membuat saya agag miris. hehe, ini ada kaitannya dengan pemilu yang sebentar lagi dilaksanakan. Pak RW ini bercerita bahwa sampai sekarang, ternyata belum pernah ada sosialisasi tentang pemilu dari KPU untuk masyarakat. Padahal pemilu sudah sangat dekat. Tapi masyarakat belum mendapat pengetahuan tentang betapa pentingnya pemilu dan bagaimana memilih pemimp...

Batas Antara Keinginan dan Kenyataan

Gambar
“Antar keinginan dan kenyataan memang berbeda. Tapi kita harus punya keinginan untuk menghadapi kenyataan” (Jaleswari) Rabu malam kemarin, Keluarga Mahasiswa Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (KAPSTRA) menyelenggarakan diskusi film BATAS. Film yang cukup menarik untuk ditonton. Apalagi bagi orang-orang yang aktif dan mau belajar tentang pengorganisasian masyarakat, kebijakan sosial yang kontekstual, dan bagaimana mengelola CSR. Film yang disutradarai oleh Rudi Sudjarwo ini cukup menggambarkan bahwa dalam membuat dan melaksanakan kebijakan sosial, kita harus mengetahui dengan jelas kondisi masyarakat setempat. Latar belakang film ini adalah wilayah di Kalimantan yang berbatasan dengan Malaysia. Banyak sekali masalah yang diungkapkan film ini, mengenai kompleksnya masalah warga negara Indonesia yang tinggal di perbatasan. Mulai dari tertinggalnya pembangunan, kurangnya fasilitas sanitasi, eksploitasi hutan oleh pengusaha dari kota, rendahnya kesadaran tentang pendidikan, da...

Sampai Kapankah idealisme ini hidup?!

Kalau dalam usia 20 Anda tidak kiri, Anda tidak punya hati. Dan kalau sudah berumur 40 Anda masih kiri, Anda tidak punya otak. (Arief Budiman) Ketika kita melakukan kritik terhadap seseorang, pemikiran, dan suatu kebijakan, kita harus belajar dan melihat dulu tentang sesorang, pemikiran dan kebijakan itu. Salah satunya saya penasaran, kok bisa paham liberalisme dan kapitalisme bisa berjalan dan di sukai banyak negara. Termasuk Indonesia, kenapa kebijakan-kebijakan yang condong ke neoliberal muncul dan banyak yang mengkritik. Akhirnya saya membaca beberapa literatur tentang paham ini. Dan ternyata.... Saya sering tertawa ketika membaca buku-buku tersebut. Salah satunya, buku Membela Kebebasan yang diterbitkan oleh Freedom Institute. Buku ini berisi tulisan tokoh-tokoh Indonesia berkaitan pandangan merka tentang kebebasan (paham liberal). Tokoh-tokoh itu seperti Rizal Mallarangeng, Anies Baswedan, M. Chatib Basri, Ulil Abshar Abdala, dll. Buku ini cukup blak-blakan menyampaikan ba...

Pegawai Negeri itu Pelayan Rakyat dan Dibayar juga sama Rakyat!!

Gambar
Anda tidak akan pernah memahami birokrasi, sampai anda memahami bahwa prosedur bagi birokrat adalah segalanya. Dan hasil tidak berarti sama sekali. (Thomas Sowell) Begitu sulit memahami demokrasi, bahwa keterlibatan dalam proses untuk memperoleh pertanggungjawaban adalah segalanya. Serta tidak begitu peduli dengan Efisiensi dan Efektifitas. (Harry H. Saleh) Kata-kata diatas cukup memberikan gambaran kepada saya bahwa sikap skeptis saya selama ini mungkin benar. Akhir-akhir ini saya bergelut dalam kegiatan yang melibatkan birokrasi pemerintahan. Kata yang terpikir ketika bekerja adalah REMPONG. Entahlah, saya berusaha menikmati setiap apa yang saya kerjakan, karena semua hal adalah proses belajar dan harus dinikmati, kalo gag ya ntar bisa stres. Tapi yang membuat bingung, bukankah seharusnya kita bekerja selain memang untuk memenuhi kebutuhan hidup tapi juga untuk membantu orang lain. Sesuai dengan bidang pekerjaan kita masing-masing, karena berkontribusi untuk orang lain adala...

Mari Bertanya!

“ De omnibus dubitandum ! Segala sesuatu harus diragukan”. Begitulah kata Rene Descartes. Benarkah apa yang kita anggap “benar” saat ini adalah kebenaran? Kalo katanya Ahmad Dhani, “kebenaran hari ini, belum tentu kebenaran hari esok”. Bukankah kebenaran adalah pernyataan tanpa ragu? Dan bukankah kebenaran itu memang sesuatu yang senyatanya?! Apapun yang kita katakan, ya kebenaran itu pasti benar. Walaupun kita mengatakan sesuatu itu salah, kalo itu benar ya pasti benar! haha.  Fariduddin Attar bangunlah pada malam hari Dan dia memikirkan tentang dunia ini Ternyata dunia ini Adalah sebuah peti Sebuah peti yang besar dan tertutup diatasnya Dan kita manusia berputar-putar didalamnya Dunia ini sebuah peti yang besar Dan tertutup diatasnya Dan kita terkurung didalamnya Dan kita berjalan-jalan didalamnya Dan kita termenung didalamnya Dan kita beranak didalamnya Dan kita mebuat peti didalamnya Dan kita mebuat peti Didalam peti ini Taufik Islmail Memba...