Postingan

Tentang Harapan

Kalo katanya Dewi Lestari di Novel Partikel, “manusia itu dirancang untuk terluka” Akhirnya saya membaca serial supernova setelah sekian lama mencoba “menghindar” demi ketentraman jiwa,,, haha. Soalnya kalo baca satu pasti ketagihan pengen baca buku yang lain. Tapi ternyata godaan untuk membaca supernova tidak bisa dihindari.. hehe. Membaca partikel membuat saya berfikir tentang tujuan. Kegelisahan saya selama ini yaitu tentang konsep “pulang”. Kita berfikir bahwa pulang itu adalah kembali ke tempat kita berasal. Tapi ketika tempat kita berasal ternyata merupakan sumber kesakitan, apakah bisa disebut pulang. ... Yang membedakan manusia dengan binatang adalah dia memiliki akal dan perasaan. Tapi akhirnya saya berfikir lagi, apakah akal dan perasaan itu sebuah anugerah, atau malah kutukan bagi manusia. Akal ini menyebabkan manusia berfikir bahwa dia menjadi pusat segalanya, sangat antroposentris. Alam dianggap sebagai “miliknya”, atau bisa digunakan sesuai keinginannya. Akhirny...

Kenapa Sih Orang Harus Nikah ?

Gambar
Akhir-akhir ini saya berfikir tentang banyaknya teman-teman yang sudah nikah, bahkan yang bersemangat ingin menikah, hehe. Teman-teman SD dan SMP saya sejak dulu sudah banyak yang menikah, bahkan sekarang anak-anak mereka sudah besar-besar. Sekarang, diantara sibuknya dunia kampus, ternyata banyak juga teman-teman yang menikah. Melihat lebih luas lagi, pernikahan di dalam sebuah masyarakat merupakan hal yang terjadi setiap hari. Oke, jadi ternyata pernikahan itu adalah hal yang biasa. Tapi mungkin karena kebiasaan otak saya yang suka mencari-cari hal yang abu-abu dari sebuah fenomena biasa membuat saya berfikir kembali, kenapa sih orang harus menikah. Ketika saya bertanya, seorang teman menyatakan “ Ya harus nikah dong, masak mau hidup sendiri terus. Nanti gag punya anak, terus gag ada yang ngurusin waktu tua ”.   Mendengar jawaban itu, saya jadi berfikir, apakah pernikahan itu seperti sebuah transaksi saja. Bahwa seseorang menikah dengan mengorbankan kebebasan dan menambah ...

Behaviorisme VS Pilihan rasional

Gambar
         Paradigma perilaku sosial menjelaskan tentang bagaimana manusia melakukan sesuatu. Dalam paradigma tersebut, terdapat teori Behaviorisme yang menyatakan bahwa manusia   melakukan sesuatu dikarenakan adanya stimulan dan respon yang sama secara terus menerus. Teori ini menjelaskan bahwa manusia sama dengan binatang. Contohnya anjing yang dipanggil dengan bunyi lonceng lalu diberikan makan. Hal itu dilakukan secara terus menerus sehingga si anjing akan datang setiap ada bunyi lonceng karena dalam pikirannya adalah setiap ada bunyi lonceng berarti dia akan diberi makan. Namun, ada yang mengkritisi teori tersebut. Bahwa manusia berbeda dengan binatang. Manusia tidak melakukan suatu aktivitas karena adanya stimulus yang sama secara terus menerus. Munculah teori pilihan rasional. Teori ini menyatakan bahwa manusia ketika mendapat stimulus, mereka melakukan kegiatan berpikir terlebih dahulu tentang bagaimana respon yang seharusnya te...

Patriarki Juga Menyakitimu Bro..

Ketika membahas tentang ketidakadilan gender yang ada dalam masyarakat, para laki-laki langsung menghindar karena takut disalahkan. Ketika membicarakan feminisme, yang terpikirkan langsung para perempuan yang menggugat relasi kuasa di masyarakat. Bahkan yang terpikir adalah perempuan yang anti laki-laki. Tapi ya itu harus di maklumi, namanya juga tidak paham. Suatu kali saya melihat CV seorang teman, disitu tertulis “Gender : Female”. Jujur saya kaget. Padahal gender itu tidak sama dengan jenis kelamin. Akhirnya ya saya menjelaskan bahwa seks itu berbeda dengan gender. Seks itu adalah jenis kelamin. Seks itu ada penis dan ada vagina. Seks itu bersifat universal, jadi sama diseluruh dunia, ya mungkin ya berbeda hanya warna dan ukurannya. Haha. Jadi, gender itu apa? Gender itu identitas sosial, atau disebut juga jenis kelamin sosial. Gender itu sifat-sifat yang diidentikan kepada masing-masing jenis kelamin oleh masyarakat. Dan setiap masyarakat berbeda-beda dalam mengidentikan si...

Siapa Yang Menginspirasimu?

Gambar
Ada yang bilang bahwa “Saya yang sekarang adalah akumulasi dari saya di masa lalu”. Ketika ada yang bertanya, siapa yang menginspirasi apa yang ingin, sedang dan akan kamu lakukan, maka jawabannya tentu adalah pengalaman melihat kenyataan entah yang indah dan yang kejam serta bertemu dengan banyak orang luar biasa atau yang biasa-biasa saja. Tapi karena pertanyaannya adalah siapa maka tentu jawabannya adalah sebuah nama. Hehe Pendidikan pertama seorang manusia “normal” tentu saja adalah keluarga. Begitu pula saya. Bapak dan Mamak merupakan orang pertama yang menceritakan tentang hebatnya dunia dan kejamnya persaingan. Mereka bisa dibilang cukup berfikir terbuka, tidak sangat terbuka. Namun itu cukup memantik saya untuk berfikir lebih bebas lagi. Sejak kecil, saya sudah terbiasa mendengarkan mereka berbicara tentang masalah TKI dan pemberdayaan perempuan yang merupakan pekerjaan Mamak saya. Lalu Bapak yang selalu menemani dan mendengarkan setiap kata-kata saya entah itu cerita saya be...