Behaviorisme VS Pilihan rasional

         Paradigma perilaku sosial menjelaskan tentang bagaimana manusia melakukan sesuatu. Dalam paradigma tersebut, terdapat teori Behaviorisme yang menyatakan bahwa manusia  melakukan sesuatu dikarenakan adanya stimulan dan respon yang sama secara terus menerus. Teori ini menjelaskan bahwa manusia sama dengan binatang. Contohnya anjing yang dipanggil dengan bunyi lonceng lalu diberikan makan. Hal itu dilakukan secara terus menerus sehingga si anjing akan datang setiap ada bunyi lonceng karena dalam pikirannya adalah setiap ada bunyi lonceng berarti dia akan diberi makan.
Namun, ada yang mengkritisi teori tersebut. Bahwa manusia berbeda dengan binatang. Manusia tidak melakukan suatu aktivitas karena adanya stimulus yang sama secara terus menerus. Munculah teori pilihan rasional. Teori ini menyatakan bahwa manusia ketika mendapat stimulus, mereka melakukan kegiatan berpikir terlebih dahulu tentang bagaimana respon yang seharusnya terhadap stimulus tersebut. Apakah manusia itu akan memberikan respon yang diinginkan si pemberi stimulus, atau sebaliknya, atau tidak merespon. 

 

Ketika melihat perilaku manusia disekitar, kedua teori tersebut bisa jadi benar. Karena tentu saja manusia tidak ingin disamakan dengan binatang, serta si manusia “merasa lebih pintar” dari binatang. Namun ternyata teori behaviorisme benar-benar terjadi saat manusia berperilaku. 
Tidak sedikit manusia yang berperilaku berdasarkan stimulus yang diberikan secara berulang-ulang tanpa memikirkan apakah stimulus itu benar atau tidak, baik atau buruk, bahkan penting atau tidak. Manusia yang menerima stimulus itu hanya menerima dan merespon secara terus menerus. Misalnya ada informasi yang diberikan secara terus menerus akan menjadi suatu kebenaran bagi si manusia, sehingga dia akan menolak informasi lain karena menurutnya informasi yang diterima sebelumnya secara terus meneruslah yang menjadi kebenaran. Serta melakukan suatu aktivitas yang “diperintahkan” secara terus menerus tanpa proses screening apakah aktivitas itu harus dilakukan atau tidak. Akhirnya, kalau ada manusia yang berperilaku begitu, jangan marah bila disamakan dengan binatang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pegawai Negeri itu Pelayan Rakyat dan Dibayar juga sama Rakyat!!

Mari Bertanya!

Apa Kabar Pers di Indonesia?